Lost in The Darkness
Part 1 : A Stranger Guy
Part 1 : A Stranger Guy
Cast : Haruno reika
Kashigawa Lucy
Kihara Yuuka
Sejak 200 tahun lalu , kami bangsa manusia sudah sepakat untuk tinggal berdmpingan dengan bangsa Vampire
Selama ini kami hidup dengan damai , hampir ak ada masalah yang terjadi diantara umat manusia dan umat vampire,
Tapi akhir-akhir ini masalah pun muncul , kabarnya ada seorang vampire dari golongan tertentu yang sedang menyerang manusia, dan itu sangat membuat masyarakat resah, berbagai pencarian dan penyelidikan sudah mulai dilakukan, dan karena kejadian itu sekarang aku akan pindah ke sekolah ber-asrama.
Namaku Haruno reika , aku manusia yang sangat membeci para vampire-vampire itu, mereka walnya hanya ada beberapa orang , tetapi seiring berjalannya waktu, populasi vampire dan manusia di bumi berbanding 30:70
Setiap 10 tahun populasi vampire meningkat 5%, dan itu membuat umat manusia khawatir akan masa depan umat manusia yang semakin tahun semakin sedikit.
Hari ini aku pindah ke sekolah ber-asrama di salah satu kota di jepang, di sekolah ini vampire dan manusia bercampur jadi satu, kami membaur satu sama lain, hampir tak ada perbedaan , manusia dan vampire terlihat sama, manusia biasa tidak bisa membedakan antara vampire dan manusia , tapi aku bisa , bukan berarti aku manusia super atau sebagainya , aku juga manusia biasa , tetapi aku memiliki kemampuan ini sejak kecil.
“Namaku haruno reika , mohon bantuannya” ucapku dengan tatapan yang datar di depan teman-teman sekelasku , guru ku pun mempersilahkan aku memilih tempat duduk , aku melihat ke sekitar , hanya ada satu tempat duduk kosong di belakang
“ini namanya bukan memilih” kesalku dalam hati , mau tidak mau aku harus duduk di tempat itu , karena hanya itu yang kosong, aku pun segera duduk di tempat dudukku, aku duduk di sebelah anak laki-laki berperawakan tinggi, rambutnya berwarna kuning blonde yang hampir menutupi matanya, dari tadi ia terus melihat ke arah luar jendela,
“dia manusia” ucapku dalam hati ketika pertama kali melihatnya
“aku memang manusia” gumannya pelan , aku pun menoleh ke arahnya dengan bingung , tapi ia hanya melihat ke arah luar jendela, dia bahkan tidak menyaaku , apa aku harus meyapanya duluan ya? , yang benar saja !!! Aku kan wanita , tak seharusnya wanita yang menegur duluan, reika tak akan pernah merendahkan dirinya di depan orang lain.
Jam pelajaran pun selesai , saatnya jam istirahat, aku hanya duduk di tempat dudukku sambil melihat ke sekitar , teman teman sekelasku berjalan keluar kelas , mungkin mereka menuju kantin sekolah
“konichiwa haruno-san(selamat siang haruno)” sapa seseorang , akupun menoleh ke arah orang itu , ia tersenyum manis ke arahku
“konichiwa (selamat siang)” balasku
“namaku Kashigawa Lucy, senang bertemu denganmu” ucap orang itu dengan senyum manisnya
“senang bertemu denganmu juga kashigawa-san” ucapku dan membalas senyumannya
“ haruno-san ingin ke kantin , mari kesana bersamaku” ajaknya , sepertinya aku mendapat teman baru di hari pertamaku ini , ah senangnya , dan kulihat dia adalah manusia
“benarkah? Tak kusangka di hari pertama aku akan mendapatkan teman baru , mohon bantuannya” ucapku dengan senyuman
“tidak usah sungkan-sungkan , ayo kita pergi” ucapnya dan menarik tanganku dengan pelan
“Kihara-san, mau ikut?” tanya kashigawa kepada laki laki yang duduk di sebelahku, laki-laki itu tidak menjawab dan masih melihat ke arah luar jendela
“oh,, sepertinya aku mengganggumu, aku duluan ya kihara-san, ayo haruno-san” ucapnya dan beranjak pergi
“eh,, iya” ucapku dengan bingung dan beranjak pergi mengikuti kashigawa-san, ketika aku akan meninggalkan kelas aku pun menoleh ke arah tempat dudukku , kulihat laki-laki itu menatap tajam ke arahku, aku pun langsung membuang muka dan melanjutkan langkah kakiku menuju kantin sekolah.
Setelah beberapa menit kami pun sampai di kantin sekolah
“Haruno-san mau makan apa?” tanya kashigawa-san
“apa saja , aku bukan orang yang pemilih” ucapku dengan santai dan melihat ke arah antrian yang cukup panjang , dan setelah menunggu lama sekarang giliranku mengambil makanan , tapi ada penghalang saat aku akan mengambil makananku,
“kashigawa-san, ini bagaimana?” tanyaku yang kebingungan, kashigawa-san pun menarik tangan kananku dengan pelan dan menempatkan telapak tanganku di suatu alat yang asing bagiku , dan tiba-tiba penghalang pun terbuka.
“whoa,, hebat sekali” ucapku dalam hati, sekolah ini sangat canggih, menakjubkan
“terima kasih kashigawa-san” ucapku dengan gembira,
Akhirnya aku pun menghabiskan makan siangku dengan cepat dan kembali ke kelas bersama kashigawa-san , di jalan menuju kelas kami membicarakan banyak hal , salah satunya tentang pria yang duduk di sebelahku
“namanya Kihara Yuuka, dia orangnya pendiam , dia hampir tidak pernah berbicara pada teman sekelasnya sendiri, sekalipun ia bicara hanya ketika dia izin tidak mengikuti pelajaran kepada ketua kelas” ucap Kashigawa-san menjelaskan
“mohon dimaklumi , mungkin dia susah berbaur , tapi aku berharap haruno-san bisa membujuknya” ucap kashigawa-san dan tersenyum ke arahku, sebenarnya aku agak merasa terbebani, tapi mau bagaimana lagi , dia adalah teman pertamaku disini, mau tidak mau aku harus memenuhi keinginannya.
Aku pun memasuki kelas dengan santai dan melihat ke arah tempat dudukku dan melihat ke arah tempat duduk pria yang bernama lengkap ‘kihara yuuka’ itu , dia tidak ada di tempat duduknya, pelajaran pun kembali dimulai , pria itu belum kembali ke tempat duduknya sampai pelajaran selesai,
Ah terserah,, memangnya dia siapaku !!!
Peduli amat!!
Aku pun berjalan menuju lokerku dan membuka lokerku untuk menaruh beberapa buku, saat aku membuka lokerku ada kertas yang terjatuh dari arah lokerku
“Ke Atap Jam 05:30” tulisan di kertas itu dengan banyak gambar hati berwarna-warni
“ahh,, menyusahkan” gerutuku pada diriku sendiri dan melihat ke arah jam tanganku
“sekarang sudah jam 05:30, pas sekali sih” gerutuku dalam hati dan langsung berjalan menuju tangga dan menemui orang misterius itu di atap . Akupun membuka pintu yang menghubungkanku dengan atap yang ada di gedung sekolah, angin pun berhembus dengan kencang, matahari menyilaukan mataku saat aku melihat ke arah orang yang sedang menungguku, dia berdiri dengan tegak dan tersenyum sinis
“sudah kuduga, kau pasti akan datang , kau kira itu surat cinta bukan?” tanyanya dengan sombongnya dan berjalan mendekat ke arahku , aku tidak tau laki-laki itu, tapi bisa kulihat , ia adalah vampire.
“ah,, benar-benar membuang waktuku” ucapku dengan malas dan melihat ke arah jam tanganku dan menatap tajam ke arah pria vampire itu, dia menatapku dengan senyuman liciknya
“langsung ke intinya saja , apa tujuanmu memanggilku?” tanyaku dengan santai
“Haruno reika, tentu saja aku ingin menyatakan perasaanku kepadamu” ucapnya dan mendekat ke arahku dengan pelan
“kutolak! Aku tidak punya waktu untuk meladenimu” ucapku dengan sikap yang dingin
“kau yakin ingin menolakku?” tanyanya lagi dia sudah berdiri tepat di depanku
“bukankah sudah jelas?” tanyaku balik , vampir ini budek atau apa sih
“yah , aku memang tidak terlalu menyukaimu, aku hanya menge-tes-mu saja kok” ucapnya sambil tersenyum ke arahku, aku dibuat kesal oleh tingkah lakunya
‘apakah dia selalu seperti ini kepada perempuan lainnya?’ kesalku dalam hati
‘kalau aku tidak masalah , lagi pula aku tidak peduli pada laki-laki terutama si vampir ini, tapi bagaimana dengan perempuan lainnya , pasti mereka akan salah paham’ kesalku lagi dalam hati , tanganku mengepal dan bersiap-siap menonjok wajah pria vampir itu , dan
Brukk!!
Dia pun terjatuh dan punggung tangannya ia gunakan untuk menyeka darah di sudut bibirnya sambil melihat ke arahku dengan bingung, aku menatapnya tajam dan mendekatinya
“jangan pernah tampakkan wajahmu di depanku lagi” ucapku padanya dengan tegas dan langsung pergi dari tempat itu
“Ha-haruno-san” panggilnya , aku yang sudah kesal pun langsung pergi dan tak menghiraukan panggilannya
“dasar sok tampan, kau kira kau siapa? , vampir rendahan tck!!” gerutuku pelan dan terus berjalan menuruni tangga
“haruno-san” panggil seseorang samar-samar , kali ini suara orang itu sangat lembut , hampir seperti suara perempuan , aku pun menoleh ke sekitar , karena tak kutemukan seorang pun akupun melanjutkan langkah kaki ku
“haruno-san” suara itu muncul lagi , entah dari mana kali ini aku mendengarnya dengan jelas , aku pun menoleh ke belakang , tak ada seorang pun , ketika aku menoleh ke depan dan akan melanjutkan langkah kakiku akupun dikejutkan oleh seseorang pria berambut ungu yang berdiri tegak di depanku , aku pun terduduk di tangga karena kedatangan mendadak pria itu , aku pun mengadah ke atas , melihat wajah pria itu , ia tersenyum manis padaku dan mengatakan
“mau kubantu?” ucapnya sambil mengulurkan tangannya padaku yang masih terduduk di tangga, saat aku akan menerima uluran tangannya aku pun melihat ke arahnya dengan seksama dan mengabaikan uluran tangannya
“tidak perlu , aku bisa berdiri sendiri” ucapku dengan dingin dan mencoba berdiri sendiri , saat aini aku berada tepat di depannya
“haruno-san” panggilnya saat aku membersihkan rokku yang kotor karena jatuh di tangga
“apa?” tanyaku dengan dingin
“haruno-san dingin sekali, kau sering di juluki ‘ice princess’ya” tebaknya dengan vsenyuman manis di wajahnya
“lebih tepatnya ‘killer ice’ “ jawabku dengan dingin
“ada perlu apa kau memanggilku , kau yang dari tadi memanggilku bukan?” tanyaku dengan cuek
“haruno-san , kau yang memukul Edo-kun ?” tanyanya dan menduduk , wajahnya tak terlihat , hanya senyuman sinisnya yang terlihat
“memang aku yang memukulnya, kenapa? , kau juga ingin dipukul” ancamku padanya , ia pun mengangkat kepalanya dan menatapku dengan tatapan mengerikan
“aku tidak bisa membiarkan edo-kun terluka , kau harus paham itu haruno-san” ucapnya dengna senyuman sinis dan mengangkat tangannya dengan jari-jarinya yang panjang ,
“dia akan menyerangku” ucapku dalam hati, aku pun meregangkan jari-jari tanganku dan langsung mencengkram wajahnya dengan tangan kananku
“a-re?” ucapnya dengan bingung, tangannya yang akan menyerangku pun lemas dan mencoba melepaskan cengkramanku pada wajahnya
“bisakah kalian para vampire tidak menggangguku?” ucapku dengan jelas padanya
“atau kau ingin wajahmu yang berharga ini ku hancurkan” ucapku mengancamnya
“h-haruno-san , tolong lepaskan ,wajah tampanku , tolong jangan kau rusak” ucapnya memohon , aku pun melepaskan cengkraman ku pada wajahnya
“jadi kau temannya orang yang di atas itu ya , sebenarnya apa yang kalian rencanakan ?” kesalku padanya
“maafkan kami haruno-san , kami hanya iseng saja” ucap vampire itu dan menunduk , ia tidak berani menatap mataku
“h-haruno san” panggil orang dari tangga yang berada di atasku, aku pun melihat ke arah atas , setelah aku melihatnya dia segera turun dan berdiri di sebelah vampire yang tadi akan menyerangku itu
“apa lagi?” tanyaku dengan nada yang dingin sambil menatap tajam ke arahnya, dia melihat ke arahku lalu tertunduk
“kau itu anak baru , tidak sepantasnya kau bersifat sombong seperti itu” ucapnya dengan nada marah dan mencengkram kerahku
“jadi , artinya jika sudah lama berada di sekolah ini boleh bersikap sombong , bukankah itu kurang adil?” ucapku dengan santai dan tersenyum licik ke arahnya
“KAU!!!” kesalnya dan tangannya bersiap menamparku , aku hanya menatapnya tajam dan tidak melakukan apa-apa ,
“hei ,, kalian” ucap seseorang dari lantai atas dan menatap tajam ke arah kami
“kk-ki-kihara-san?” ucap laki-laki yang mencengkram kerahku dengan gugup , ia pun melepas cengkramannya di kerahku dan menunduk dengan takut
“edo-kun, sebaiknya kita pergi saja" ucap laki laki yang satunya
"tch" kesal laki-laki yang disebut edo itu lalu meninggalkanku , aku pun menoleh ke arah orang yang muncul tiba-tiba tadi ,
"bukannya dia orang yang duduk di sebelah ku?" ucapku dalam hati sambil memperhatikan wajah orang itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar